Keunggulan Sistem Kandang Modern: Rahasia Menurunkan Tingkat Kematian (Mortalitas) pada Ayam Broiler

0
Teknologi kandang modern

Sumber: https://unsplash.com/id/foto/sekelompok-ayam-berdiri-di-atas-lapangan-hijau-yang-subur-c5o3HndsKl4

Bagi sebagian besar masyarakat awam, dunia peternakan ayam mungkin terlihat sederhana: beri makan, beri minum, lalu tunggu hingga besar untuk dipanen. Namun, kenyataan di lapangan jauh lebih rumit dan penuh tantangan. Ayam broiler adalah makhluk hidup yang memiliki metabolisme sangat cepat namun juga sangat rentan terhadap perubahan lingkungan. Salah satu mimpi buruk terbesar bagi setiap peternak adalah tingginya angka kematian atau mortalitas. Ketika angka kematian melonjak, bukan hanya kerugian finansial yang terjadi, tetapi juga indikasi adanya masalah serius pada kesehatan ternak yang bisa berdampak pada kualitas daging yang sampai ke tangan konsumen.

Di tengah tantangan ini, teknologi hadir membawa angin segar. Revolusi sistem kandang modern atau Closed House System telah mengubah wajah industri perunggasan secara drastis. Berkat teknologi ini, peternak kini bisa memproduksi ayam dengan kualitas kesehatan yang jauh lebih prima tanpa ketergantungan pada obat-obatan kimia. Hal ini pula yang memicu rasa penasaran konsumen yang mulai sering bertanya, Apa itu Ayam probiotik dan bagaimana bisa ayam-ayam tersebut tumbuh sehat tanpa antibiotik? Jawabannya sangat erat kaitannya dengan lingkungan tempat mereka tinggal. Mari kita bedah bagaimana sistem kandang modern menjadi kunci rahasia dalam menekan angka kematian dan meningkatkan kualitas pangan kita.

Musuh Utama Ayam: Mengapa Mereka Mudah Mati?

Sebelum memahami solusinya, kita perlu mengenali masalahnya. Dalam sistem peternakan tradisional (Open House), angka kematian ayam bisa sangat fluktuatif, terkadang mencapai angka 5% hingga 10%, bahkan lebih saat terjadi wabah. Mengapa angka ini begitu tinggi?

Ada dua musuh utama ayam broiler: Stres Panas (Heat Stress) dan Penyakit Menular.

Indonesia adalah negara tropis dengan suhu dan kelembapan yang tinggi. Ayam tidak memiliki kelenjar keringat. Saat suhu lingkungan naik di atas 30 derajat Celcius, ayam akan mulai terengah-engah (panting) untuk membuang panas tubuhnya. Jika kondisi ini terus berlanjut, jantung mereka akan bekerja terlalu keras hingga memicu kematian mendadak. Selain itu, kandang terbuka memungkinkan lalat, nyamuk, tikus, dan burung liar masuk dengan bebas. Hewan-hewan ini adalah vektor atau pembawa virus dan bakteri mematikan seperti Newcastle Disease (tetelo) atau Gumboro.

Closed House System: Solusi Presisi Berbasis Teknologi

Sistem kandang modern tertutup (Closed House) dirancang untuk mengeliminasi kedua musuh utama tersebut. Ini bukan sekadar bangunan berdinding tembok, melainkan sebuah ekosistem buatan yang dikendalikan oleh komputer.

Baca Juga :  Peralatan Dapur Canggih yang Bikin Masak Jadi Lebih Praktis

Prinsip utamanya adalah menciptakan “mikroklimat” yang ideal. Tidak peduli apakah di luar sedang hujan badai atau panas terik hingga 35 derajat, suhu di dalam kandang akan tetap stabil di angka yang nyaman bagi ayam (biasanya antara 21-26 derajat Celcius, tergantung usia ayam). Teknologi ini menggunakan kombinasi cooling pad (bantalan pendingin yang dialiri air) di satu sisi kandang, dan deretan exhaust fan (kipas penyedot raksasa) di sisi lainnya.

Udara panas dari luar ditarik masuk melewati cooling pad yang basah, sehingga suhu udara turun seketika saat masuk ke kandang. Udara sejuk ini kemudian mengalir sepanjang kandang dan disedot keluar oleh kipas di ujung satunya. Sirkulasi udara yang konstan ini menjamin ketersediaan oksigen yang melimpah dan membuang gas amonia dari kotoran ayam yang berbahaya.

Biosecurity: Benteng Pertahanan Tak Kasat Mata

Inilah faktor kunci yang menurunkan angka kematian secara drastis. Dalam manajemen kandang modern, aspek keamanan hayati atau biosecurity adalah harga mati.

Sistem kandang modern ini beroperasi layaknya sebuah bunker pertahanan militer yang kedap udara, di mana tidak ada satu pun penyusup tak diundang yang bisa melenggang masuk tanpa deteksi. Majas ini menggambarkan betapa ketatnya proteksi yang diberikan kepada ayam-ayam di dalamnya. Dinding kandang tertutup rapat, celah ventilasi dilapisi kawat ram halus, dan akses manusia sangat dibatasi.

Petugas kandang pun harus melalui prosedur sanitasi ketat—mandi dan ganti baju khusus—sebelum boleh masuk. Kendaraan pengangkut pakan harus disemprot disinfektan. Dengan memutus kontak dengan dunia luar, risiko masuknya virus dari burung liar atau bakteri dari lalat bisa ditekan hingga mendekati nol. Hasilnya? Angka kematian di kandang Closed House rata-rata bisa ditekan konsisten di bawah 3%, sebuah angka yang sangat efisien dalam standar industri peternakan global.

Korelasi Rendahnya Kematian dengan “Ayam Probiotik”

Lantas, apa hubungannya tingkat kematian yang rendah ini dengan kualitas Ayam Probiotik? Hubungannya sangat erat, bagaikan dua sisi mata uang.

Ayam probiotik adalah ayam yang dipelihara secara alami dengan bantuan bakteri baik (probiotik) untuk menjaga kesehatan pencernaannya, dan yang paling penting: tanpa penggunaan antibiotik.

Baca Juga :  Mengenal Produk Adobe yang Populer dan Banyak Digunakan

Dalam kandang tradisional yang kotor dan tingkat kematiannya tinggi, memelihara ayam tanpa antibiotik adalah tindakan “bunuh diri” bagi peternak. Ayam akan mudah sakit, dan tanpa antibiotik, mereka akan mati massal. Namun, di dalam Closed House yang steril dan nyaman, ayam tidak mudah stres dan tidak mudah tertular penyakit.

Lingkungan yang kondusif ini memungkinkan metode probiotik bekerja maksimal. Sistem kekebalan tubuh ayam yang sudah didukung oleh probiotik tidak perlu “berperang” melawan virus dari lingkungan kotor. Energi ayam sepenuhnya digunakan untuk tumbuh dan membentuk daging yang sehat. Jadi, rendahnya tingkat kematian di kandang modern adalah prasyarat mutlak untuk bisa memproduksi ayam probiotik yang sukses dan bebas residu kimia.

Dampak Langsung Bagi Kualitas Daging

Ayam yang bertahan hidup karena lingkungan yang sehat (bukan karena obat) memiliki kualitas daging yang jauh berbeda dibandingkan ayam yang bertahan hidup karena “dibantu” antibiotik di lingkungan buruk.

  1. Bebas Memar dan Cacat: Di kandang modern, kepadatan ayam diatur sedemikian rupa dengan ventilasi yang baik. Ayam tidak berdesak-desakan berebut udara segar. Hal ini mengurangi risiko ayam saling tindih atau terinjak yang menyebabkan memar pada karkas (daging).
  2. Tingkat Stres Nol: Daging dari ayam yang tidak stres memiliki pH yang seimbang. Dagingnya akan terasa lebih juicy, empuk, dan tidak kering saat dimasak. Sebaliknya, ayam yang sering kepanasan sebelum dipotong akan menghasilkan daging yang disebut PSE (Pale, Soft, Exudative)—pucat, lembek, dan berair.
  3. Keseragaman Ukuran: Karena semua ayam mendapatkan suhu dan akses pakan yang sama rata (otomatisasi), pertumbuhan mereka seragam. Ibu rumah tangga akan mendapatkan ukuran potongan daging yang konsisten, tidak ada yang terlalu kecil atau terlalu besar secara ekstrem.

Mengapa Konsumen Harus Peduli?

Mungkin Anda berpikir, “Yang penting ayamnya murah dan ada di pasar.” Namun, memahami proses di balik layar ini penting bagi keamanan pangan keluarga Anda.

Tingkat kematian yang tinggi di peternakan konvensional seringkali memicu praktik curang oknum tertentu, seperti menjual ayam tiren (mati kemarin) atau memanen ayam yang sedang sakit demi mengurangi kerugian. Dengan mendukung produk dari peternakan modern yang memiliki tingkat kematian rendah, Anda secara tidak langsung sedang membeli jaminan keamanan. Anda memastikan bahwa ayam yang Anda makan adalah ayam yang dipotong dalam keadaan sehat, bugar, dan sejahtera (animal welfare terjaga), bukan ayam yang sedang sekarat.

Baca Juga :  Memahami NFC Lebih Dekat, Teknologi Kecil dengan Khasiat Besar di Kehidupan Sehari- hari

Selain itu, efisiensi yang dihasilkan dari rendahnya angka kematian sebenarnya membantu menjaga stabilitas harga. Bayangkan jika peternak merugi terus karena ayamnya mati, tentu harga jual ke konsumen akan dinaikkan untuk menutupi kerugian tersebut. Sistem modern menciptakan siklus bisnis yang sehat: ayam sehat, peternak untung, konsumen puas.

Data dan Fakta Lapangan

Berdasarkan data dari berbagai jurnal ilmu peternakan di Indonesia, penggunaan Closed House System terbukti mampu meningkatkan Indeks Performa (IP) peternakan secara signifikan. IP adalah skor gabungan dari tingkat kematian, berat badan, dan efisiensi pakan.

Jika rata-rata IP kandang terbuka berkisar di angka 300-330, kandang Closed House mampu menembus angka 400 bahkan lebih. Ini adalah bukti ilmiah bahwa teknologi mampu menyelamatkan nyawa ternak dan meningkatkan produktivitas pangan nasional. Penurunan mortalitas dari 8% (open) menjadi 2% (closed) berarti ada jutaan ekor ayam tambahan yang bisa diselamatkan setiap tahunnya untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat Indonesia.

Kesimpulan

Menurunkan tingkat kematian pada ayam broiler bukan sekadar soal keuntungan bisnis peternak. Ini adalah tentang menciptakan standar baru dalam produksi pangan. Sistem kandang modern membuktikan bahwa kita bisa menyediakan protein hewani secara massal tanpa harus mengorbankan kesejahteraan hewan atau membanjiri mereka dengan obat-obatan.

Teknologi Closed House adalah fondasi yang memungkinkan hadirnya produk pangan yang lebih bersih, lebih sehat, dan lebih aman. Ini adalah jawaban atas tuntutan zaman akan healthy lifestyle yang semakin tinggi.

Jika Anda ingin memastikan bahwa ayam yang Anda sajikan untuk keluarga berasal dari sistem peternakan terbaik dengan tingkat kematian rendah dan bebas penyakit, Anda tidak perlu mencari jauh-jauh. Olagud berkomitmen penuh menggunakan teknologi modern farming terkini untuk setiap ekor ayam yang dipelihara. Lingkungan yang higienis dan terkontrol memungkinkan Olagud menghadirkan ayam probiotik yang murni, bebas antibiotik, dan kaya nutrisi. Kualitas daging yang fresh, tekstur yang sempurna, dan jaminan keamanan pangan adalah prioritas utama. Jangan ragu lagi, pilih ayam probiotik dari Olagud untuk kesehatan keluarga yang lebih baik!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *